2 Juni, 2008 by S. mcduck
Akhir-akhir ini, saya sedang ketagihan menelusuri situs ini. Semenjak Kopral Geddoe memberikan jalan ke tempat itu beberapa hari lalu, bisa dibilang saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor untuk membaca artikel-artikel yang tersebar di sana daripada mengerjakan hal lain yang sepatutnya saya lakukan sebagai seorang pegawai ekspor.
Ah, tapi saya tidak akan bercerita mengenai deadline pekerjaan saya yang semakin dekat, atau bos saya yang kemungkinan besar sudah bertanya-tanya apa gunanya investasi gaji yang dia berikan pada saya tiap bulan.
Saya akan mengalihkan perhatian dan mengarahkan Anda sekalian ke artikel ini.

Saya datang, saya lihat, lalu…? »
Ditulis dalam Berpikir (Terlalu) Keras | 4 Komentar »
24 Agustus, 2007 by S. mcduck
Beberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah khotbah sebelum Salat Jum’at yang saya rasa isinya cukup menarik untuk diceritakan. Harap diingat bahwa saya menulis ini berdasarkan ingatan belaka sehingga isinya mungkin kurang akurat. Versi yang saya tulis juga merupakan versi yang sudah diringkas. Meskipun begitu, saya hanya mencantumkan hal-hal yang saya yakin saya dengar.
Disertai monolog batin saya ketika mendengarnya »
Ditulis dalam Kisah Biasa | 33 Komentar »
19 Agustus, 2007 by S. mcduck
Alkisah, tatkala saya sedang mengarungi Jakarta, saya menyadari bahwa sang ibukota dipenuhi oleh reklame dan poster dua buah film: Merah itu Cinta dan Cintappucino. Saya pun berlagak seperti seorang penulis skenario senior dan berkomentar dengan yakinnya; “Weleh, film cinta lagi? Tidak ada tema lain, apa?“
Selang 10 menit, saya menyadari bahwa selain bertema cinta, kedua film tersebut ternyata juga memiliki kata ‘Cinta’ di judulnya. “Weleh-weleh-weleh,” saya bergumam kembali layaknya sesosok boneka komodo, “tidak ada judul lain, apa?”

Kalau filmnya seperti yang di gambar sih… Ehm, bukan itu. Lanjutkan »
Ditulis dalam Film-Buku-Permainan | 36 Komentar »
23 Mei, 2007 by S. mcduck
Ditulis dalam Film-Buku-Permainan, Promosi | 25 Komentar »
4 Mei, 2007 by S. mcduck
Di kompleks rumah saya ada dua masjid. Jalur menuju salah satunya adalah jalan aspal yang singkat, sementara untuk mencapai yang satu lagi saya harus melalui lapangan penuh ilalang dan semak-semak atau mengambil jalan memutar yang jauh.
Saya pun teringat dengan ajaran guru agama saya di SD dulu. “Makin banyak kesukaran yang kita tempuh dalam perjalanan ke masjid, makin besar pahala kita,” kira-kira begitu katanya.
Saat itu saya bertanya; “Bagaimana dengan orang yang rumahnya tepat di sebelah masjid? Kasihan, pahalanya pasti lebih kecil dari orang-orang lain.”
“Orang itu akan menemukan jalan lain untuk mendapat pahala.”
“Oooo,” gumam saya seraya mengangguk-angguk, pura-pura mengerti.
Andai guru agama saya ada di sini sekarang. Ingin saya minta nasehatnya, masjid mana di kompleks saya yang harus saya datangi untuk Shalat Jum’at.

Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Berpikir (Terlalu) Keras | 17 Komentar »
30 April, 2007 by S. mcduck
Anda sedang kesal? Ingin browsing tapi ternyata server sedang bermasalah? Atau Anda berdebat lewat internet dengan individu ngeyel yang membuat Anda menginginkan kekuatan super untuk bisa meninju seseorang lewat sambungan TCP/IP? Anda berusaha menahan cacian karena tak ingin terlihat barbar namun lama-kelamaan makin kesulitan?
Jangan khawatir! Giko-lah solusinya!
Giko? »
Ditulis dalam Promosi | 37 Komentar »
28 April, 2007 by S. mcduck
Judul yang aneh. Ya, judul memang biasa saya pikirkan terakhir jadi kadang saya menyusunnya sekenanya. Dan ya, ini berarti paragraf yang satu ini juga sebenarnya saya tulis terakhir. Jadi, euh, mungkin saya harus mulai masuk ke tujuan utama tulisan ini, ya? Baiklah, untuk mengilustrasikan inti yang sebenarnya sangat sederhana ini, saya akan mengawalinya dengan sebuah cerita.
Saya seringkali dibuat bingung oleh satu hal. Bagi sebagian besar orang, pastinya hal ini adalah hal yang sangat sederhana; saya sendiri malu mengakuinya. Saya bingung kalau ada orang yang memuji saya.
Hei! Tunggu, jangan pergi dulu! Saya serius. Masalah ini cukup gawat bagi saya. Ini adalah dilema yang lebih besar daripada yang dialami “The Thinker” ketika ia kehilangan bajunya. Apa? Itu perbandingan yang tidak tepat? Biarlah, tidak usah Anda pikirkan hal tersebut dan konsentrasikan saja pikiran Anda pada kisah berikut.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Biasa | 23 Komentar »
23 April, 2007 by S. mcduck
… saya hanya heran: apa fungsi dari frase tersebut. Mengapa kita menggunakannya?
Mungkin ini harus saya latari dulu dengan sebuah cerita. Suatu hari saya dan teman-teman sedang membahas pengalaman dalam hal… ehm… mencontek ketika ujian. Kami dengan berapi-api menceritakan teknik-teknik mencontek yang paling fenomenal atau guru pengawas yang abai dalam melakukan tugasnya. Kami pun berpaling ke arah seorang teman yang sedari awal hanya diam untuk menanyakan pengalamannya. Dengan air muka yang segan, ia menjawab:
“Sori, bukannya gue munafik, tapi gue nggak pernah nyontek. Rasanya nggak enak aja.”
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Berpikir (Terlalu) Keras | 22 Komentar »
19 April, 2007 by S. mcduck
Anda pastinya bisa menyimpulkan dari kumpulan huruf-huruf di samping kanan halaman ini bahwa blog ini sudah lama sekali tidak di-update; 16 bulan, tepatnya. Bulan demi bulan saya perhatikan blog ini dan tetap saja ia berdiri teguh, lengkap dengan tulisannya yang hanya dua itu bagaikan monumen yang memilukan/memalukan.
Ini pun membuat saya bertanya-tanya; “Mengapa halaman yang sangat tidak aktif seperti ini tidak dihapus saja? Menyia-nyiakan tempat saja. Kalau saya jadi WordPress, sudah saya tendang si mcduck ini dan saya kirimi dia e-mail penuh petuah.” Karena itulah, saya menarik keputusan bahwa WordPress tentunya baik hati sampai-sampai ia terus membiarkan halaman-dua-artikel ini terus merongrong jagat maya. Dihadapi dengan kebaikan hati seperti itulah, saya merasa terpanggil untuk kembali menaruh tulisan di sini.
Lalu, kok “panggilan hati” tersebut lama sekali datangnya? Tentunya ada alasan yang sangat logis dan bisa dipertanggung-jawabkan. Yang pasti bukan karena malas.
Sungguh.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kategori Terasing | 22 Komentar »
6 Desember, 2005 by S. mcduck
Ketika saya mengalami hambatan dalam hidup, saya teringat pada Nobita. Dialah yang menjadi sumber inspirasi saya untuk tetap bertahan dan berjuang menghadapi segala rintangan yang ada. “Lho, mengapa Nobita?” mungkin Anda bertanya-tanya, “bukankah dia hanya bocah bodoh cengeng yang selalu bergantung pada Doraemon? Kalau mengambil inspirasi dari dia bisa-bisa kita tidak pernah maju dong?”
Izinkan saya untuk tidak setuju dengan Anda.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Film-Buku-Permainan | 25 Komentar »