Fitnah Lebih Kejam Daripada…?

KeluhBeberapa waktu yang lalu saya mendengar sebuah khotbah sebelum Salat Jum’at yang saya rasa isinya cukup menarik untuk diceritakan. Harap diingat bahwa saya menulis ini berdasarkan ingatan belaka sehingga isinya mungkin kurang akurat. Versi yang saya tulis juga merupakan versi yang sudah diringkas. Meskipun begitu, saya hanya mencantumkan hal-hal yang saya yakin saya dengar.

***

“Fitnah itu haram hukumnya, karena dampaknya bisa sangat besar. Jika seseorang menyebarkan kebohongan kepada masyarakat yang tidak tahu, kebohongan itu bisa dianggap sebagai kebenaran oleh banyak orang, menyebar dan menyesatkan.”

Wah, topik yang bagus.

“Sebagai contoh, di sebuah masjid dahulu disebarkan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah orang sesat. Diajarkan bahwa kita harus selalu mengutuknya. Tindakan ini sangat berbahaya dan menjerumuskan orang-orang yang sebenarnya bermaksud untuk berbuat kebajikan.”

Betul, betul sekali! Orang-orang seperti itulah yang paling berbahaya. Misinformasi yang menyebar di masyarakat bisa-bisa disucikan. Seharusnya kita mencari tahu dulu mengenai segala sesuatu; zaman sekarang kan informasi mudah dicari.

“Jadi, janganlah menyebar fitnah. Jangan seperti PKI.”

He?

“PKI itu berani sekali. Dalam era ini mereka berani-beraninya menyangkal perbuatan mereka dan justru memfitnah pemerintahan Orde Baru, mengatakan bahwa itu perbuatan mereka.”

Politik “saling menuding” rupanya. *kecewa*

“Terlebih lagi, sekarang ini pecahan-pecahan PKI telah menyusup ke instansi-instansi pemerintahan, untuk akhirnya mengambil alih.”

Eh, lho? Ini apa hubungannya dengan fitnah?

“Jangan sampai itu terjadi! Apakah kalian mau diperintah oleh orang-orang komunis yang tak percaya Tuhan?”

Euh…

“Sudah jelas komunisme itu menghancurkan. Negara-negara yang berlandaskan komunisme hancur! Tengok saja Cina dan Uni Soviet.”

Korea Utara dan Kuba tidak disebut?

“PKI juga sengaja menggoyahkan negara kita agar melanggengkan jalannya! Merekalah yang memprovokatori kerusuhan tahun ’98 lampau!”

Oalah?

“Mereka juga yang menghasut dan memicu perseteruan agama di Ambon!”

Walah, walah?

“Mereka juga adalah dalang di balik kecelakaan-kecelakaan kereta api yang melanda Indonesia akhir-akhir ini!”

Astaga! Jangan-jangan Lumpur Lapindo dan Banjir Jakarta juga?

“Akhir kata, kita bisa lihat sendiri bagaimana fitnah PKI bisa membuat Indonesia terpuruk seperti sekarang ini. Hindarilah fitnah!”

Hahaha. *tertawa ironis*

***

Usai Shalat, saya merasakan kelelahan yang menusuk, sampai-sampai saya lupa menanyakan nama sang khotib untuk referensi di kemudian hari. Saya berharap semoga orang-orang yang datang ke masjid hari itu tidak senaif para umat Masjid Penghujat Ali.

Iklan

36 Tanggapan to “Fitnah Lebih Kejam Daripada…?”

  1. watonist Says:

    jadi ?? πŸ˜†

  2. Scrooge McDuck Says:

    Jadi, hindarilah fitnah. πŸ˜€

  3. sora9n Says:

    Cuma satu kata deh:

    Insane. πŸ˜•

    BTW, itu pendapat-pendapat dasarnya apa? (o_0)”\

  4. Kopral Geddoe Says:

    Ironis to the max, deh πŸ˜†

    Nggak bisa ngomong apa-apa lagi πŸ˜†

  5. Nenda Fadhilah Says:

    Teori konstipasi rules!

  6. jejakpena Says:

    *terheran-heran*
    Bahasan fitnah jadi sampai kaya begitu.
    Aneh. πŸ™„

  7. danalingga Says:

    wah mantep nih khotbah fitnahnya. Para pendengar selain di jejali teori, langsung juga di beri contoh nyata tuh. Yakni fitnah kepada PKI. Kekekeke…….

  8. danalingga Says:

    oh iya lupa saya menjawab pertanyaan di judul:

    fitnah itu memang lebih kejam daripada tidak memfitnah. πŸ˜†

    semoga bisa berguna jawaban saya ini.

  9. Mihael "D.B." Ellinsworth Says:

    Lho, kayaknya malah Khotibnya yang menyebar fitnah. πŸ˜•

  10. Kopral Geddoe Says:

    Lho, kayaknya malah Khotibnya yang menyebar fitnah. πŸ˜•

    Standar ganda itu barangkali satu dari rukun ulama…? πŸ˜†

    *makan kelepon*

  11. watonist Says:

    @Kopral Geddoe

    Standar ganda itu barangkali satu dari rukun ulama…? πŸ˜†

    huss … jangan menggeneralisir, hayooh … kembali ke konteks awalnya. πŸ˜†
    atau mending istilah ulama-nya dikasih tanda kutip, jadi bisa juga diartikan “yang cuman ngaku-ngaku jadi ulama” atau “oknum ulama” atau apalah πŸ™‚

  12. Kopral Geddoe Says:

    ::RALAT::

    * * *

    Lho, kayaknya malah Khotibnya yang menyebar fitnah. πŸ˜•

    Standar ganda itu barangkali satu dari rukun ‘ulama’…? πŸ˜†

    *makan kelepon*

    * * *

    Puwas? Puwas? πŸ˜›

  13. Scrooge McDuck Says:

    BTW, itu pendapat-pendapat dasarnya apa? (o_0)”\

    Itulah, saya sampai bingung. Dia bicara seolah itu sudah pengetahuan umum.

    wah mantep nih khotbah fitnahnya. Para pendengar selain di jejali teori, langsung juga di beri contoh nyata tuh. Yakni fitnah kepada PKI. Kekekeke…….

    Astaga! Rupanya itu maksud sang khotib! Melatih pendengar agar bisa berpikir dan menyimpulkan sendiri! Luar biasa…

  14. Magister of Chaos Says:

    Kok khotbahnya Lucu sekali ya?? Apa Pak Bebek tidak salah dengar?? Salah dengar kali, mungkin itu pidato di Acara Komedi…hehehehehehe… [Ngaco mode:OFF]

    Ah, ya begitulah sentimen masyarakat…. lebih lucu daripada news dot com….hehehe….

  15. Mihael "D.B." Ellinsworth Says:

    Astaga! Rupanya itu maksud sang khotib! Melatih pendengar agar bisa berpikir dan menyimpulkan sendiri! Luar biasa…

    Khotibnya kreatif ! Dia pintar dan mengerti Kurikulum KBK. *Digampar* :mrgreen:

  16. Kopral Geddoe Says:

    Astaga! Rupanya itu maksud sang khotib! Melatih pendengar agar bisa berpikir dan menyimpulkan sendiri! Luar biasa…

    Gikoization?

  17. cK Says:

    tanya khotibnya, lulusan dari sekolah teologi mana? πŸ˜•

  18. deking Says:

    kekekekekekek…
    Sang khotib pakai metode pengambilan kesimpulan yang mana ya, kok bisa lari2 ke arah PKI gitu? :mrgreen:

  19. shinobigatakutmati Says:

    wa la… tajassus….. katanya ^ ^ dan jadilah umat-Ku yang bersahabat dengan sesama. betul?

  20. Xaliber von Reginhild Says:

    Hmm… diantara ulama-ulama, kelihatannya nama PKI memang identik dengan atheisme ya. Apa karena pembantaian orang-orang yang sedang shalat dulu yang katanya perbuatan PKI? *lupa nama peristiwanya*

    Saya juga pernah lihat selebaran (kelihatannya hanya disebarkan tak begitu luas sih) yang bertema fitnah adalah perbuatan kejam, dan disitu mengambil contoh PKI pula sebagai penyebar fitnah. πŸ˜•

  21. Kopral Geddoe Says:

    Lama-lama, saya bisa pakai logo PKI sebagai avatar… Tanda protes… πŸ˜†

  22. yarza Says:

    … lucu sekali.

    itu serius ya?

    Khotbah yang aneh…

  23. Liezmaya.web.id Says:

    aduh cenger cengir nich…

  24. irdix Says:

    ga heran kalo ada khotib kotbah langsung pada tidur..

  25. fertob Says:

    hayo-hayo yang pada komentar : jangan memfitnah πŸ˜‰

    betul-betul kotbah yang luaarrrr biasa….

  26. funkshit Says:

    wah, tulisan ini juga bisa jadi merupakan fitnah kepada khotib. . dimana khotib nya juga kurang lebih telah memfitnah pki.

    saya sendiri juga telah memfitnah dan menuduh penulis sebagai pemfitnah khotib yang memfitnah pki… duh pusing. . . .

  27. dewo Says:

    Oh… begitu tho isi dari kotbah2. Pantas saja…

    (** maksudnya: pantas saja pada bingung… KABOOORRR… **)

  28. Shelling Ford Says:

    lama banget ndak nulis… 😦

  29. Jabz Says:

    Bingung… bingung…*

    kekekekekekkk….

  30. Sekali-Sekali Narsis… « cK stuff Says:

    […] saya, tanpa kalian, saya bukan apa-apa. Terima kasih juga untuk semua yang sudah mampir, komen, menorehkan kenang-kenangan berupa pertamax, hetrix, top skor dan lain-lain di blog ini. Dari lubuk […]

  31. adesnugros Says:

    khotibnya ada maksut kalii tuhh

  32. nurma Says:

    walah..walah..jadi tergoda untuk nimpali arisan bapak2 nih.
    kebetulan beberapa wt lalu saya dikasi tugas dosen utk reset tentang Cina dan Politik, konstruksi sosial th.60-an dan akhirnya nyerempet PKI2 juga. Jadi menurut saya, maafkan saja pak khatib yg kurang pengetahuannya itu, sepertinya referensinya kurang, jadi ‘terjebak’ dalam ‘fitnah’nya sendiri.
    Untuk yg laen, tolong deh jangan mengkhotbahi org laen dg materi yg tdk bgitu dikuasai. Daripada fitnah..

  33. Scrooge McDuck Says:

    Untuk yg laen, tolong deh jangan mengkhotbahi org laen dg materi yg tdk bgitu dikuasai. Daripada fitnah..

    Ya, inilah sebenarnya yang dipermasalahkan di sini. Bercuap membabi-buta tanpa pengetahuan yang cukup, di depan khalayak ramai yang rentan memercayai. Maksudnya mungkin memang bukan memfitnah, namun efeknya tetap saja mirip toh?

  34. Souza Nurafrianto Says:

    Ketika sebuah aksi dari individual menjadi generalisasi pengambaran suatu kelompok disitu bisa dibilang racist. Sayang, khotib itu tidak bisa dituntut atas apa yang dia ucapkan.

  35. Mohammad Asher Razak Suryaningrat Says:

    Hahaha…. haaah…..

    Yah, kalau Barat punya Islam sebagai sandsack paling sial, disini kita punya PKI…. πŸ˜€

  36. Jabizri Says:

    lol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: