Teori Prokrastinasi

Yang mungkin sama sekali tidak berbeda dengan teori prokrastinasi lainnya. Tapi biarlah.

1.1 Latar Belakang

Saya menyadari ketika saya sedang menunda-nunda pekerjaan, ada sebuah urutan tertentu yang saya tempuh dalam melakukan kegiatan yang berfungsi untuk mengalihkan perhatian saya dari pekerjaan yang bersangkutan.

1.2 Ruang Lingkup

Saya hanya akan meneliti kondisi ketika tenggat waktu pekerjaan tidak begitu dekat. Semakin dekat dengan tenggat waktu, dorongan eksternal untuk segera mengerjakan dengan terpaksa akan semakin besar dan saya khawatir itu akan mempengaruhi keobjektifan pengamatan.

1.3 Sasaran Penelitian

Saya membatasi penelitian pada kegiatan-kegiatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Hobi lain yang memakan waktu seperti hiking dan nge-band tak akan dibahas karena, di samping memakan waktu, memiliki kondisi lingkungan tidak stabil dan lantas memiliki resiko mempengaruhi kondisi mental secara acak.

1.4 Metodologi

Pengamatan terhadap diri sendiri yang dilakukan seraya menulis sebuah artikel di blog.

2.1 Langsung saja, ah…

Jadi, beginilah urutan kegiatan prokrastinasi saya berdasarkan prioritas:

  1. Membaca
  2. Menonton
  3. Bermain
  4. Menulis
  5. Membuat lagu
  6. Menggambar

Konkretnya begini: ketika saya hendak mengerjakan sebuah pekerjaan wajib, saya akan ingat bahwa ada buku yang belum selesaikan dan membacanya dulu. Ketika bukunya habis, saya teringat film-film yang belum ditonton dan melakukannya. Bosan menonton, saya bermain game. Demikian seterusnya.

Sadarlah saya bahwa urutan ini datang dari pertimbangan kemudahan vs. beban. Mengambil buku atau membuka situs untuk membaca tentunya jauh lebih mudah daripada menginvestasikan setengah sampai tiga jam untuk menonton film. Sebaliknya, mencari peralatan gambar saja sudah memerlukan waktu tersendiri, ditambah kenyataan bahwa saya termasuk seorang perfeksionis yang sebenarnya tak bisa menggambar, kadang kegiatan ini malah menjadi beban.

Menarik: kegiatan menulis cerita fiksi atau analisis bodoh menduduki peringkat keempat dalam urutan “kemudahan” dan ketiga dalam urutan “beban” dari seluruh kegiatan-masa-senggang-padahal-sebenarnya-tidak-senggang. [pembenaran]Mengingat banyaknya buku/film/game yang saya miliki, jelas saja blog ini jarang ter-update[/pembenaran]

Di samping itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa prokrastinasi sebenarnya sangat bermanfaat untuk menyelesaikan aktifitas-aktifitas yang tertunda dan berkarya. Saya rasa metode ini sangatlah efektif untuk, sesuai frase yang terkenal itu, live the life to the fullest.

Hidup prokrastinasi!

***

PS: Artikel ini tidak ditulis dalam rangka menunda pengerjaan proyek multimedia yang tenggat waktunya sudah semakin dekat. Sungguh.

Iklan

11 Tanggapan to “Teori Prokrastinasi”

  1. dnial Says:

    Sek.. kalau dibalik..
    Misalnya ngeblog adalah kegiatan utama, dan mengerjakan proyek adalah prokastinasi gimana?

    Apa yang mendefinisikan sesuatu adalah prokastinasi? πŸ˜€

  2. jensen99 Says:

    Paper yang hebat! πŸ˜€

    Pada pengalaman saya, apabila #1 dimulai malam ini maka #4 seringnya jatuh di hari berikutnya… 😐

  3. S. mcduck Says:

    Definisi S. mcduck: Kalau ada tugas wajib yang mendesak, namun alih-alih mengerjakan itu Anda justru melakukan kegiatan lain. Kegiatan lain itulah prokrastinasi.

  4. nurma Says:

    *tersadar* wah saya juga sering bgtu tuh..

    Artikel ini tidak ditulis dalam rangka menunda pengerjaan proyek multimedia yang tenggat waktunya sudah semakin dekat.

    err… 8) ya, saya pura2 percaya, sungguh!

  5. K. geddoe Says:

    Betul juga. Kalau Anda tidak berprokrastinasi, blog ini tidak akan diupdate seperti ini.

    (Hanya bercanda. Tentu saja post ini bukan prokrastinasi. Tentu saja. Jelas. Pasti tidak. Bukankah demikian?)

  6. sora9n Says:

    PS: Artikel ini tidak ditulis dalam rangka menunda pengerjaan proyek multimedia yang tenggat waktunya sudah semakin dekat. Sungguh.

    Saya sangat percaya Anda berkata jujur. Sungguh. 😎

  7. S. mcduck Says:

    Untuk jensen99

    Ah, entah mengapa komentar Anda perlu moderasi, sehingga terlewat. Mohon maaf.

    Dan wah, itu berarti jatah pengalih perhatiannya banyak. Bisa berbahaya bagi kesehatan…

    Untuk nurma, K. geddoe, sora9n

    Alangkah terharunya melihat begitu besar kepercayaan kalian terhadap saya…

  8. Disc-Co Says:

    Saya mengerti betul arti dari teori ini. Serius.

    *pats2 S. mcduck’s back*

  9. elzafir Says:

    jadi INI alesannya kenapa Dendam Membara gak selesai2 di edit?

  10. Souza Nurafrianto Says:

    Hey project multimedia “Merana dalam Kelas” toh akhirnya terseleseikan dengan baik dan mendapat nilai A bukan? So as long the procrastination is incline the project’s objective, it’s still good right? Lagian anda punya prioritas nomer 6 yaitu menggambar yang sangat ada sangkut paut dengan project anda. Jadi, project novel waktu itu gimana? Kan nomer 4 prioritas procrastinasi adalah menulis.

  11. S. mcduck Says:

    Tapi… sekarang saya memiliki banyak bahan untuk nomor 1 sampai 3.

    Meskipun begitu. Benar mau diteruskan? Kalau memang mau saya siap kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: