Archive for the ‘Berpikir (Terlalu) Keras’ Category

Hati-Hati; Sangat Disarankan Untuk Lari! Di Arah Tenggara Ada B. taurus yang Berperilaku Janggal dan Menyebabkan Bahaya bagi Lingkungannya!

2 Juni, 2008

Akhir-akhir ini, saya sedang ketagihan menelusuri situs ini. Semenjak Kopral Geddoe memberikan jalan ke tempat itu beberapa hari lalu, bisa dibilang saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor untuk membaca artikel-artikel yang tersebar di sana daripada mengerjakan hal lain yang sepatutnya saya lakukan sebagai seorang pegawai ekspor.

Ah, tapi saya tidak akan bercerita mengenai deadline pekerjaan saya yang semakin dekat, atau bos saya yang kemungkinan besar sudah bertanya-tanya apa gunanya investasi gaji yang dia berikan pada saya tiap bulan.

Saya akan mengalihkan perhatian dan mengarahkan Anda sekalian ke artikel ini.

Banteng Ngamuk

Saya datang, saya lihat, lalu…? ยป

Iklan

Harap

4 Mei, 2007

Di kompleks rumah saya ada dua masjid. Jalur menuju salah satunya adalah jalan aspal yang singkat, sementara untuk mencapai yang satu lagi saya harus melalui lapangan penuh ilalang dan semak-semak atau mengambil jalan memutar yang jauh.

Saya pun teringat dengan ajaran guru agama saya di SD dulu. “Makin banyak kesukaran yang kita tempuh dalam perjalanan ke masjid, makin besar pahala kita,” kira-kira begitu katanya.

Saat itu saya bertanya; “Bagaimana dengan orang yang rumahnya tepat di sebelah masjid? Kasihan, pahalanya pasti lebih kecil dari orang-orang lain.”

“Orang itu akan menemukan jalan lain untuk mendapat pahala.”

“Oooo,” gumam saya seraya mengangguk-angguk, pura-pura mengerti.

Andai guru agama saya ada di sini sekarang. Ingin saya minta nasehatnya, masjid mana di kompleks saya yang harus saya datangi untuk Shalat Jum’at.

Path

(more…)

Maaf, Bukannya Saya Munafik, Tapi…

23 April, 2007

… saya hanya heran: apa fungsi dari frase tersebut. Mengapa kita menggunakannya?

HesitationMungkin ini harus saya latari dulu dengan sebuah cerita. Suatu hari saya dan teman-teman sedang membahas pengalaman dalam hal… ehm… mencontek ketika ujian. Kami dengan berapi-api menceritakan teknik-teknik mencontek yang paling fenomenal atau guru pengawas yang abai dalam melakukan tugasnya. Kami pun berpaling ke arah seorang teman yang sedari awal hanya diam untuk menanyakan pengalamannya. Dengan air muka yang segan, ia menjawab:

“Sori, bukannya gue munafik, tapi gue nggak pernah nyontek. Rasanya nggak enak aja.”

(more…)