Archive for November, 2008

I think qwantz is a pretty cool guy

28 November, 2008

aboutcommentsdisclaimerhome

all self-respecting comic strips have DO NOT WANT at the end. yours should too

Teori Prokrastinasi

27 November, 2008

Yang mungkin sama sekali tidak berbeda dengan teori prokrastinasi lainnya. Tapi biarlah.

1.1 Latar Belakang

Saya menyadari ketika saya sedang menunda-nunda pekerjaan, ada sebuah urutan tertentu yang saya tempuh dalam melakukan kegiatan yang berfungsi untuk mengalihkan perhatian saya dari pekerjaan yang bersangkutan.

1.2 Ruang Lingkup

Saya hanya akan meneliti kondisi ketika tenggat waktu pekerjaan tidak begitu dekat. Semakin dekat dengan tenggat waktu, dorongan eksternal untuk segera mengerjakan dengan terpaksa akan semakin besar dan saya khawatir itu akan mempengaruhi keobjektifan pengamatan.

1.3 Sasaran Penelitian

Saya membatasi penelitian pada kegiatan-kegiatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Hobi lain yang memakan waktu seperti hiking dan nge-band tak akan dibahas karena, di samping memakan waktu, memiliki kondisi lingkungan tidak stabil dan lantas memiliki resiko mempengaruhi kondisi mental secara acak.

1.4 Metodologi

Pengamatan terhadap diri sendiri yang dilakukan seraya menulis sebuah artikel di blog.

2.1 Langsung saja, ah…

Jadi, beginilah urutan kegiatan prokrastinasi saya berdasarkan prioritas:

  1. Membaca
  2. Menonton
  3. Bermain
  4. Menulis
  5. Membuat lagu
  6. Menggambar

Konkretnya begini: ketika saya hendak mengerjakan sebuah pekerjaan wajib, saya akan ingat bahwa ada buku yang belum selesaikan dan membacanya dulu. Ketika bukunya habis, saya teringat film-film yang belum ditonton dan melakukannya. Bosan menonton, saya bermain game. Demikian seterusnya.

Sadarlah saya bahwa urutan ini datang dari pertimbangan kemudahan vs. beban. Mengambil buku atau membuka situs untuk membaca tentunya jauh lebih mudah daripada menginvestasikan setengah sampai tiga jam untuk menonton film. Sebaliknya, mencari peralatan gambar saja sudah memerlukan waktu tersendiri, ditambah kenyataan bahwa saya termasuk seorang perfeksionis yang sebenarnya tak bisa menggambar, kadang kegiatan ini malah menjadi beban.

Menarik: kegiatan menulis cerita fiksi atau analisis bodoh menduduki peringkat keempat dalam urutan “kemudahan” dan ketiga dalam urutan “beban” dari seluruh kegiatan-masa-senggang-padahal-sebenarnya-tidak-senggang. [pembenaran]Mengingat banyaknya buku/film/game yang saya miliki, jelas saja blog ini jarang ter-update[/pembenaran]

Di samping itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa prokrastinasi sebenarnya sangat bermanfaat untuk menyelesaikan aktifitas-aktifitas yang tertunda dan berkarya. Saya rasa metode ini sangatlah efektif untuk, sesuai frase yang terkenal itu, live the life to the fullest.

Hidup prokrastinasi!

***

PS: Artikel ini tidak ditulis dalam rangka menunda pengerjaan proyek multimedia yang tenggat waktunya sudah semakin dekat. Sungguh.