Alkisah, tatkala saya sedang mengarungi Jakarta, saya menyadari bahwa sang ibukota dipenuhi oleh reklame dan poster dua buah film: Merah itu Cinta dan Cintappucino. Saya pun berlagak seperti seorang penulis skenario senior dan berkomentar dengan yakinnya; “Weleh, film cinta lagi? Tidak ada tema lain, apa?“
Selang 10 menit, saya menyadari bahwa selain bertema cinta, kedua film tersebut ternyata juga memiliki kata ‘Cinta’ di judulnya. “Weleh-weleh-weleh,” saya bergumam kembali layaknya sesosok boneka komodo, “tidak ada judul lain, apa?”

Kalau filmnya seperti yang di gambar sih… Ehm, bukan itu. Lanjutkan »