Anda pastinya bisa menyimpulkan dari kumpulan huruf-huruf di samping kanan halaman ini bahwa blog ini sudah lama sekali tidak di-update; 16 bulan, tepatnya. Bulan demi bulan saya perhatikan blog ini dan tetap saja ia berdiri teguh, lengkap dengan tulisannya yang hanya dua itu bagaikan monumen yang memilukan/memalukan.
Ini pun membuat saya bertanya-tanya; “Mengapa halaman yang sangat tidak aktif seperti ini tidak dihapus saja? Menyia-nyiakan tempat saja. Kalau saya jadi WordPress, sudah saya tendang si mcduck ini dan saya kirimi dia e-mail penuh petuah.” Karena itulah, saya menarik keputusan bahwa WordPress tentunya baik hati sampai-sampai ia terus membiarkan halaman-dua-artikel ini terus merongrong jagat maya. Dihadapi dengan kebaikan hati seperti itulah, saya merasa terpanggil untuk kembali menaruh tulisan di sini.
Lalu, kok “panggilan hati” tersebut lama sekali datangnya? Tentunya ada alasan yang sangat logis dan bisa dipertanggung-jawabkan. Yang pasti bukan karena malas.
Sungguh.
Oke, memang karena malas. Oh, juga karena kesibukan sehari-hari. Hanya saja, izinkan saya untuk mencari pembenaran membela diri dengan melalui faktor lain yang juga mempengaruhi ketidak-aktifan blog ini.
Saya hanya pemuda biasa-biasa saja yang jarang memunyai kisah menarik untuk diceritakan. Hasil kontemplasi saya pun jarang memiliki kedalaman yang membuat orang mengangguk-angguk setuju (atau menggeleng-geleng terprovokasi). Ditambah lagi dengan gaya penulisan saya yang kaku, kurangnya kemampuan untuk menghibur, header yang tidak menarik, isi yang seadanya, sering salah mengetik, tendensi untuk meracau tanpa akhir yang jelas dan juga sikap yang apatis dan pesimistis. Siapa pula yang mau membaca blog saya?
Lalu, selama berbulan-bulan saya dihantui oleh sebuah momok yang membuat saya sungguh merasa gelisah: blogger community. Oalah, ada komunitas yang bersatu-padu untuk hal seperti ini? Apa mereka akan saling mengomentari dengan istilah-istilah privat yang tidak dimengerti oleh saya? Jangan-jangan saya yang tidak tahu apa-apa soal dunia blog ini akan dianggap angin lalu? Gawat juga kan kalau apa yang saya tulis dinilai di bawah standar dan mereka menulis komentar-komentar jahat? Di mana cinta kasih sesama manusia!?
Singkat kata: saya malas, sibuk, pesimistis dan paranoid. Segala elemen ini bercampur aduk menjadi satu dan membentuk tembok mental yang menghalangi saya dari keyboard komputer. Masuk akal dan bisa diterima, bukan? Ya, ya, saya tahu Anda pasti mengerti.
Akhirnya, setelah sekian lama tidak menulis blog dan hanya membaca blog-blog lainnya dengan serius, saya memutuskan untuk mencoba menulis sekali lagi. Pemicunya sangat sederhana: saya melihat blog milik Mr. Geddoe yang penuh gambar-gambar menarik. Saya pun dengan telatnya berpikir; “benar juga, ada juga cara seperti itu” dan tanpa malu dengan penuh rasa hormat ingin mencoba melakukan hal yang sama.
Jadi, apakah tulisan ini mengisyaratkan akan datang lagi tulisan-tulisan di blog ini pada masa mendatang? Yah…
Semoga saja.
19 April, 2007 pukul 10:19 pm
Seolah-olah pembukaan kembali…
Image yang bapak pakai untuk entry yang satu ini mematikan
Ayo, saya menunggu tulisan-tulisan bapak yang cerdas dan inspiratif itu.
20 April, 2007 pukul 7:59 am
Entah kenapa Shan-in merasakan adanya kemiripan dengan Shan-in… – -a
Ayo, saya menunggu tulisan-tulisan bapak yang cerdas dan inspiratif itu.
Sama.
(bisanya cuma ngikut doang)
Jia you!
20 April, 2007 pukul 8:28 am
Beek, yang rajin nulisnya. Btw, DVD Innocence jangan lupa!!
20 April, 2007 pukul 9:54 am
Untuk Mr. Geddoe:
Hohoho! Naturally, naturally…
(respon kolektif terhadap tiga baris komentar yang bersangkutan)
Untuk Shan-in Lee:
Yoooosh! Saya akan berjuang! (hati terambil dengan sukses)
Untuk Calupict:
Eh? Innocence? Bukan Solid State Society?
20 April, 2007 pukul 11:52 am
Berjuanglah, Paman! Shan-in mendukung dengan doa (?)
Eh, Paman… Apa Paman tipe blogger yang merilis entry yang mainstream? Misalnya yang mainstream sekarang ini ya I-Pe-De-En itu…
20 April, 2007 pukul 12:06 pm
Sejauh pengetahuan saya, tidak. Dan semoga tidak
20 April, 2007 pukul 1:37 pm
Hohoho….hidup lagi…?
Tenggang waktu yang sangat jauh….
20 April, 2007 pukul 2:41 pm
Reinkarnasi…?
20 April, 2007 pukul 2:46 pm
Selamat menikmati kehidupan baru,Paman!!
20 April, 2007 pukul 3:35 pm
Selamat dan sukses!
20 April, 2007 pukul 6:23 pm
Bagus! Kalau ternyata begitu, Shan-in akan rajin berkunjung.
Shan-in bosan dengan blog yang mengikuti mainstream, itu saja.
20 April, 2007 pukul 6:43 pm
Eh, SSS, ya? Baru inget. Whatever-lah. Yang penting gw pinjem.
20 April, 2007 pukul 7:38 pm
Saya rasa tidak. Bukannya apa-apa: moody writer seperti saya terlalu malas untuk melakukan itu.
Wah, kalau Anda rajin berkunjung saya akan merasa sangat tersanjung.
20 April, 2007 pukul 8:52 pm
holoh,, jadi pada hobi mengambil hati,,
Ma setuju bagian wordpress baik hati,, kalo ga (ato kalo Ma yang punya wordpress) posting dari blog Ma yang isinya omelan omelan Ma aja bakal udah entah kemana,, hehehehehe,,
dan seperti biasa, Ma hobinya ngikut,,
20 April, 2007 pukul 10:54 pm
Sebaiknya bapak bekerja keras membalas budi baik wordpress pada bapak…
21 April, 2007 pukul 9:32 am
Ayo! Yg rajin nulisnya! Kalo ga nanti brankas bapak akan kuhancurkan pake spell Crimson Sky lho…
Sama
Wehehehee….
Ayo. Berjuang!
21 April, 2007 pukul 1:19 pm
Lho, kok jadi banyak yang mengambil hati begini…?
By the way, kalau menulis post setiap hari baik tidak sih….?
22 April, 2007 pukul 1:04 pm
Ah, mari kita sama-sama berhenti saling mengambil hati. Ambillah
penakeyboard dan mulailah menulis!23 April, 2007 pukul 9:50 pm
Untuk Death Berry:
Lha? Ya itu kan terserah penulisnya. Pembaca juga memilih sendiri mau dibaca atau tidak. Yang jelas, saya tidak mungkin menulis tiap hari…
Untuk Mr. Geddoe:
Baiklah!
24 April, 2007 pukul 11:07 am
Wah, Paman… WordPress gak begitu baik hati kok… javascript gak bisa dipasang…
24 April, 2007 pukul 12:16 pm
Ooo, justru baik hati itu. Apa jadinya koneksi internet saya kalau para pengguna WordPress mulai menggunakan javascript? Terbantinglah blog saya.
24 April, 2007 pukul 1:09 pm
Ada benarnya, ada benarnya…